Pada Desember 2012 lalu, jumlah minyak yang diimpor AS turun menjadi 5,98 juta barel per hari, yang merupakan level terendah sejak Februar 1992, berdasarkan data badan informasi energi AS. Sementara di bulan yang sama, jumlah minyak yang diimpor China mencapai 6,12 juta barel per hari, menurut data pihak bea dan cukai China.
AS telah menjadi importir minyak terbesar di dunia sejak pertengahan 1970an, sejalan dengan kebijakan luar negeri Washington untuk mendekati negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Irak, dan Veneuzela.
Sebagai pengimpor minyak terbesar di dunia, Chin juga sudah mendekati negara-negara kaya minyak seperti Sudan, Angola, dan Irak dengan mengirim perusahaan-perusahaan minyaknya untuk menanamkan investasi hingga miliaran dolar.
"AS saat ini tengah menuju kemandirian energi," ujar analis komoditi dari Citi Eric G Lee dikutip dari Financial Times, Selasa (5/3/2013).
Beberapa analis dan pedagang minyak menyatakan, dominasi China sebagai importir minyak akan terus berlanjut. Selain minyak mentah, China juga gencar mengimpor solar dan minyak tanah.
Tahun ini angkatan laut AS mengurangi operasi pesawat di Selat Hormuz yang juga mempengaruhi kondisi pasar mnyak internasional. Impor minyak AS turun karena produksi minyak di negara ini meningkat.
Pada tahun lalu, jumlah produksi minyak AS mencapai lebih dari 800 ribu barel per hari, ini membuat AS mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor.
(dnl/ang)