Dahlan Iskan Berencana Merger Rumah Sakit Milik BUMN di Jakarta

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membuka rencana penggabungan rumah sakit (RS) milik perusahaan pelat merah yang ada di DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan murah kepada masyarakat.

Dampak dari penggabungan ini antara lain, RS BUMN wajib menyediakan minimal 1.000 tempat tidu rbagi pasien rawat inap. RS yang akan digabungkan antara lain RS milik PT Pertamina dan PT Pelni yang ada di DKI.


"RS baru akan sangat baik sehingga melayani dan bisa lebih murah kalau skalanya ada 1.000 bed (tempat tidur)," tutur Dahlan di kantor pusat PT Askes, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2013).


Usulan penggabungan ini datang dari seorang dosen di Universitas Indonesia yakni Dr Fatimah. Dahlan menjelaskan, saat ini jumlah kapasitas tempat tidur di ruang rawat inap milik rumah sakit pelat merah belum mencapai 1.000 unit.


Andaikata setelah digabung dalam satu manajemen 1.000 tempat tidur masih tidak terpenuhi, BUMN akan menggandeng rumah sakit swasta untuk melengkapi tempat tidur tambahan. Ini dilakukan supaya bisa menciptakan layanan yang murah.


"Kalau enggak capai (target) bed, kita akan pakai swasta untuk melengkapi 1.000 bed," tambahnya.


Konsep penggabungan ini masih terus dibahas, terutama apakah hasil penggabungan itu akan menjadi anak usaha atau berdiri sendiri menjadi sebuah BUMN baru.


(feb/ang)