Hatta: Kelewatan Jika Kita Masih Impor Bawang Merah

Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan Indonesia adalah petani bawang merah. Jika impor dilakukan, menurutnya itu adalah sesuatu hal yang kelewatan.

Hatta menyatakan bawang merah adalah komoditi yang tidak layak untuk diimpor. Apalagi mengingat komposisi petani dan produksi yang mencukupi kebutuhan konsumsi.


"Kalau bawang merah mau di-impor kan kelewatan betul orang kita banyak," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Selasa (5/3/2013).


Hatt menegaskan kondisi produksi bawang merah dan bawang putih dan bawang merah sangat berbeda. Bawang putih menurutnya mencatatkan produksi yang rendah.


"Petani kita itu petani bawang merah bukan putih," pungkasnya.


Namun apa yang dikatakan Hatta tentu berbeda dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat impor bawang merah sebesar 2.755 ton atau US$ 1,4 juta.


Seperti yang dikutip detikFinance, Selasa (5/3/2013) negara importir terbesar adalah India dengan 1790 ton atau US$ 750 ribu. Kemudian Thailand 825 ton atau US$ 539 ribu dan Vietnam 139 ton atau US$ 125 ribu. Selama tahun 2012 (Januari - Desember) impor komoditas ini tercatat 96 ribu ton atau US$ 42 juta.


(dru/dru)