Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pendorong inflasi di bulan Februari disebabkan karena lonjakan kenaikan harga produk hortikultura yang disebabkan karena faktor cuaca.
"Kenaikan harga beberapa produk hortikultura dikarenakan oleh perubahan cuaca dimana terjadinya curah hujan tinggi di banyak daerah," jelas Bayu saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (4/3/2013).
Menurut data Kementerian Perdagangan produk hortikultura memberikan andil inflasi cukup tinggi. Yaitu bawang putih (0,12%), bawang merah (0,07%), cabai merah (0,04%) dan cabai rawit (0,03%).
Ia menambahkan terjadinya kenaikan harga yang disebabkan cuaca yang buruk dengan ditandai curah hujan yang tinggi jelas mengganggu distribusi pasokan.
"Kenaikan harga juga disebabkan adanya hambatan distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi yang diakibatkan oleh banjir di sejumlah tempat wilayah sentra produksi," imbuhnya.
Menurutnya pola inflasi Februari 2013 cukup tinggi dan mirip dengan pola inflasi yang terjadi tahun 2007. Ia berharap ke depan angka inflasi akan menurun walaupun BMKG menuturkan bahwa faktor cuaca masih akan terjadi hingga bulan Maret 2013.
"Kita (pola inflasi) mirip di tahun 2007, inflasi kita 0,75% sedangkan 2007 itu 0,62% ini cukup tinggi. Secara yoy (year on year) naik 5,31% ini sesuatu yang kita antisipasi dan kita kendalikan agar tidak melonjak terlalu tinggi. Mudah-mudahan kita punya angka yang tidak terlalu tinggi dari saat ini," tandasnya.
Bayu Krisnamurthi menghimbau harus ada tambahan pasokan bawang putih agar inflasi bawang putih dapat diredam.
"Dari sudut Kementerian Perdagangan ini kita menunjukan kondisi dari cuaca dan lain-lain yang mempengaruhi produksi dan distribusi. Kita sampaikan ke Kementan, Kami hanya mengatakan ini terkait dengan pasokan. Jadi teman-teman lain ada yang harus mengambil langkah untuk menambah pasokan. Ini untuk meredam inflasi di bulan Maret," ungkap Bayu di saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (4/3/2013).
Ia menjelaskan, inflasi bahan makanan yang cukup tinggi di Februari 2013 sangat berpengaruh terhadap penduduk miskin di Indonesia. Menurutnya 60-75% pendapatan mereka digunakan untuk membeli bahan makanan.
"Ini menjadi konsep kita semua. Inflasi bahan makanan paling berpengaruh kepada penduduk miskin. Kalo harga makanan naik mereka yang akan merasakan akibatnya karena 60-75% dari total pendapatan mereka digunakan untuk membeli makanan," jelasnya.
Seperti diketauhi menurut data Kementerian Perdagangan produk bahan makanan memberikan andil inflasi cukup tinggi. Yaitu bawang putih (0,12%), bawang merah (0,07%), cabai merah (0,04%) dan cabai rawit (0,03%), telur ayam (0,02%), daging sapi (0,01%) dan ikan segar (0,01%).
(wij/hen)