Mampukah Twitter Capai Prestasi Facebook?

Jakarta - Apa arti angka 218 juta bagi Anda? Bagi Twitter, layanan pesan 140 karakter itu, itu adalah jumlah rata-rata penggunanya per bulan sampai saat ini. Tapi angka sebanyak itu ternyata belum berarti banyak.

Bagi banyak pemasang iklan, angka pengguna sebanyak itu rupanya dianggap belum cukup. Lantas bagaimana masa depan IPO yang diumumkan pada Kamis pekan lalu itu? Akankah mendapat respons yang besar?


Sejumlah perusahaan iklan maupun agensi periklanan menganggap, Twitter membutuhkan lebih banyak pengguna lagi dan tenaga penjualan yang lebih besar kalau ingin menikmati kue iklan yang mereka sediakan.


“Skala sangat penting,” kata Adam Shlachter, Wakil Presiden Senior di DigitasLBi, perusahaan iklan digital dari Publicis Groupe. “Bagaimana konsumen merangkul (Twitter) dan memanfaatkannya, adalah sangat penting.”


Sejak meluncur pada Maret 2006, Twitter sesungguhnya sudah mengubah permainan di era komunikasi melalui berita yang dimunculkannya dan berapa banyak figur publik serta orang biasa yang sudah menggunakannya.


Tapi bila melihat angka penggunanya saat ini, dibandingkan dengan kapan ia pertama kali dirilis, persoalan Twitter sederhana saja: Ternyata lebih banyak orang yang menggunjingkannya ketimbang menjadi salah satu penggunanya.


Kalau dibandingkan dengan Facebook, jauh bos! Pengguna Facebook saat ini sudah mencapai 1,15 miliar orang. Untuk Amerika saja, menurut riset Forrester Research, sebanyak 22 persen pengguna Internet di negeri itu menggunakan Twitter. Sedangkan pengguna Facebook mencapai 72 persen. Next


(DES/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!