Pengusaha Anggap Pemerintah Kurang Serius Lobi Uni Eropa Soal Sawit

Jakarta - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Chris Kanter menanggapi masalah nasib produk sawit Indonesia di Uni Eropa yang terkena isu negatif soal lingkungan. Salah satu penyebabnya adalah lobi pemerintah Indonesia ke Uni Eropa yang belum optimal.

"Lobi pemerintah kita ke Uni Eropa atas sawit ini belum atau kurang optimal. Harus ada ekstra yang harus kita lakukan karena standar produk di Eropa cukup tinggi," kata Chris usai acara EU-Indonesia Business Dialogue di Hotel Shangrilla Jakarta, Selasa (22/10/2013).


Sama seperti kendaraan, menurut Chris standar tertinggi kendaraan yang boleh melintas atau diperjualbelikan di Eropa harus memenuhi kriteria Euro 5. Oleh karena itu produk CPO dan turunannya harus disesuaikan dengan standarisasi yang diberlakukan Uni Eropa.


"Contoh mobil harus harus Euro 5. Kalau CPO kondisinya sekarang masih dalam perundingan. Mau tidak mau kita harus sesuaikan kalau kita sawit kita akan direstruksi oleh Eropa," imbuhnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menyampaikan tahapan perundingan dan negosiasi atas produk CPO masih panjang. Hal ini dilakukan agar produk CPO Indonesia bisa diterima baik di Uni Eropa.


"Saya akan terus jalankan, kami akan terus negosiasi. Awal tahun depan kita akan ketemu (dengan Uni Eropa) lagi untuk level teknikal," katanya.


Produk CPO Indonesia dianggap Uni Eropa tidak ramah lingkungan bahkan dipandang merusak kesehatan. Di sisi lain pihak Uni Eropa mengajak Indonesia masuk dalam perdagangan bebas menyeluruh atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).Next


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!