"Yang di darat (Tol Trans Jawa) juga hampir jadi. Apakah itu akan berkompetisi? Apakah modal akan kembali? Itu pertanyaanya. FS-nya juga bagaimana? Terus AMDAL bagaimana? AMDAL-nya kita harus pelajari betul," ucap pria yang akrab disapa Djokir di sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2013 di JCC Senayan Jakarta, Rabu (13/11/2013).
Ia menegaskan hingga kini belum menerima secara resmi usulan proyek sepanjang 700 Km tersebut. Menurutnya sebagai regulator, ia akan memberikan persetujuan proyek ketika hasil studi telah tuntas dilakukan.
"Usulan ke saya juga belum masuk," jelasnya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementrian PU Ahmad Ghani Gazali menjelaskan pihaknya sebagai regulator belum bertemu atau menerima laporan resmi terkait ide jalan tol Jakarta-Surabaya.
"Belum ada pembicaraan. Saya juga nggak tahu rutenya ke mana," jelasnya.
Meskipun BUMN mengusulkan tol atas laut Jakarta-Surabaya, saat ini tol Trans Jawa yang dibangun di darat justru sedang dikebut pembangunannya.
"Cikampek-Palimanan konstruksi, Surabaya-Mojokerto konstruksi, Mojokerto-Kertosono konstruksi. Solo-Semarang konstruksi. Banyak yang sedang konstruksi," katanya.
(feb/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!