Sudah 4 Tahun RI Impor Listrik dari Malaysia Untuk Perbatasan Kalbar

Jakarta -Pembelian listrik dari Malaysia sudah dilakukan Indonesia wilayah perbatasan di Kalimantan Barat. Bahkan impor listrik ini sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu.

"Desa-desa yang persis di perbatasan Kalbar-Serawak (Malaysia) sudah impor listrik dari Serawak," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (12/11/2013).


"Listik di desa-desa perbatasan Kalbar dengan Serawak sudah pakai listrik dari Serawak sejak sekitar 4 tahun lalu," ungkap Nur.


Nur beralasan, impor listrik dari Malaysia tersebut karena biayanya lebih murah daripada PLN harus membangun pembangkit listrik tenaga diesel.


"PLN Kalbar membeli dari Serawak, didistribusikan ke desa-desa tersebut, saya tidak tahun persis berapa harganya, yang jelas lebih mudah dibandingkan diesel," tutupnya.


Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, impor listrik ini tidak dilakukan selamanya. Karena PLN sedang membangun pembangkit listrik di perbatasan.


"PLTA di sana berlebih (Malaysia). Tinggal dipasang kabel dan mengirim ke sini (Wilayah Indonesia di Kalimantan) sambil kita membangun pembangkit. Itu lebih cepat (membeli)," ucap Dahlan.


Meskipun Indonesia membeli listrik dari Malaysia, namun Indonesia juga bakal menjual listrik ke Malaysia. Bahkan dilakukan dalam jumlah lebih besar. Penjualan ke Malaysia ini dilakukan melalui wilayah Kalimantan Timur dan Riau.


"Kita bikin pembangkit listrik. Kita beli dari Malaysia, kita jual ke Malaysia. Hidup rukun lah. Kita jual lebih besar. Itu dari Riau. Pembangunan dilakukan setelah perundingan sales," jelasnya.


Indonesia juga bakal menjual listrik untuk Papua Nugini. Penjualan ini dilakukan karena adanya kelebihan pasokan dari wilayah Papua (Indonesia).


(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!