Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kebijakan menghapus subsidi BBM bersubsidi adalah pilihan terakhir dalam ketahanan energi. Saat ini pemerintah hanya berfokus pada pengurangan subsidi BBM.
"Ini usul yang baik dan berani. Katanya beliau sudah mengirim surat ke saya, tetapi kami belum mempelajari. Tetapi begini, menghapus subsidi itu adalah fase terakhir setelah mengurangi subsidi," ungkap Jero di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Kebijakan untuk pengurangan subsidi BBM sudah dilakukan dengan kenaikan harga BBM subsidi pada Juni lalu. Harga premium naik menjadi Rp 6.500/liter. Ini tentunya menurut Jero sudah mengurangi subsidi.
"Itu kan (kenaikan harga BBM subsidi) dalam rangka mengurangi subsidi. Jadi kita dengan DPR dan Komisi VII DPR RI itu adalah mengurangi subsidi. Harga keekonomiannya sekarang sekitar Rp 10.000/liter atau Rp 9.500/liter. Jadi ada subsidi kira-kira Rp 3.500/liter," ujarnya.
Akan tetapi secara umum Jero sangat mendukung untuk kebijakan Pemprov DKI tersebut. Meskipun perlu ada pertimbangan dalam kebijakan subsidi secara keseluruhan.
"Tapi maksud ide itu saya menangkap dan maksudnya baik, karena subsidinya masih ada dan besar. Jadi kalau berpikir subsidi dihilangkan, ini usulnya bagus dan berani," terangnya.
(mkl/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!