Antara Ahok dan Kisah Vietnam yang Sejak Merdeka Tak Beri Subsidi BBM

Jakarta -Sepekan ini ramai diperbincangkan wacana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan menghapus subsidi BBM di wilayah Jakarta. Kebijakan ini sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat, namun butuh Peraturan Daerah (Perda) untuk merealisasikannya.

Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, rencana Ahok patut didukung penuh. Menurutnya menghapus subsidi BBM di tataran pemerintah daerah, bahkan menjadi kebijakan nasional menjadi sesuatu yang sangat bisa dilakukan.


Ia mencontohkan, bagaimana Vietnam tak menganut subsidi BBM di negaranya termasuk di kota besar seperti Ho Chi Minh.


"Setuju sekali, di Vietnam saja tidak ada BBM subsidi, bahkan beli BBM kena pajak. BBM harus dihemat demi nasib anak cucu kita," kata Darmaningtyas kepada detikFinance, Senin (16/12/2013).


Menurutnya, harga BBM di Vietnam tidak disubsidi, semuanya mengikuti harga pasar. Hal yang sama pun dilakukan oleh India.


"Vietnam sejak merdeka (2 September 1945), sama dengan India tidak ada subsidi BBM sejak dulu," katanya.


Selain itu, Darmaningtyas menegaskan, masyarakat di Jawa relatif manja untuk urusan harga BBM. Padahal di luar Jawa, masyarakatnya sudah biasa dengan harga BBM mahal atau setara dengan harga BBM non subsidi di Jawa.Next


(hen/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!