"1 dasawarsa terakhir ini kita krisis listrik, banyak desa-desa masih belum teraliri listrik, banyak daerah krisis listrik, kondisi ini akan terus terjadi, dan hanya bisa teratasi jika ada nuklir (PLTN)," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Agustiawan di seminar Pertamina Energy Outlock 2014, Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (17/12/2013).
Herman mengatakan keberadaan PLTN sangat vital karena dapat memasok kebutuhan listrik yang makin hari makin tinggi.
"Sementara konsumsi listrik kita masih rendah rata-rata hanya 800 kWh, ini tentu sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat kita," ucapnya.
Herman mengakui Indonesia banyak memiliki potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi (geothermal) dimana Indonesia memiliki cadangan terbesar di dunia. Indonesia punya potensi energi matahari, gelombang laut, air, angin dan macam-macam.
"Keragaman energi kita banyak, tapi kita tidak kaya energi karena penduduk kita banyak sekali, tidak akan cukup hanya dengan energi terbarukan. 2025 kita harus punya kapasitas listrik sebesar 155 MW, artinya per tahun harus ada 75 MW, itu sulit tercapai, makanya tanpa nuklir semuanya omong kosong, tidak akan mungkin tercapai, kita akan terus krisis listrik, harus ada nuklir," tutupnya.
(rrd/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!