Gara-Gara Bau Badan Tuan Jepang

Jakarta -Daijiro Karasawa, 49 tahun, sebelumnya kurang peduli akan dampak wewangian bagi orang lain. Sampai kemudian suatu hari, auditor ini menumpang shinkansen alias kereta peluru dan menyaksikan sebuah 'drama' kecil.

Karasawa menyaksikan dua mahasiswi tertawa sambil menutup hidung, ketika seseorang yang seusianya berjalan mendekat untuk mencari tempat duduk. Beberapa hari kemudian, Karasawa membeli cologne dan menyemprotkannya di pakaian dan di belakang telinga.


Karasawa kembali menumpang kereta api, dalam perjalanan antara Osaka dan Tokyo. “Saya orang yang bersih dan saya pikir saya tak bau,” katanya. “Tapi sekarang saya memakai pewangi supaya tak diperlakukan seperti orang itu.”


Di Jepang, pemakaian parfum atau cologne memang tak seramai penggunaan pewangi pakaian. Umumnya pengguna parfum adalah pria berumur.


Tren di kalangan orang tua ini timbul setelah pembuat kosmetik terbesar di negeri Matahari Terbit itu, Shiseido, menemukan zat yang menyebabkan bau badan pada orang di usia lebih dari 40 tahun. Zat itu dinamai noneal.


“Data kami menunjukkan pria dan wanita berumur memproduksi jumlah noneal yang sama, tapi bau badan lebih tercium dari laki-laki, mungkin karena mereka kurang bersih,” kata Shoji Nakamura dari Shiseido, penemu zat itu.


Produk-produk semacam itu pun merebak dan diburu. “Biasanya dibeli pria 50 tahunan,” kata Kyoko Asakura, manager di toko obat Matsumoto Kiyoshi, di Ginza, Tokyo. “Mereka biasanya malu-malu bertanya apakah ada produk yang menghilangkan bau badan pria.”Next


(DES/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!