Pelabuhan Kalibaru memang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan penopang Tanjung Priok. Kondisi pelabuhan Tanjung Priok saat ini tidak bisa menahan arus kontainer yang masuk dalam jumlah yang besar.
"Pelabuhan Kalibaru ini adalah salah satu proyek yang memang strategis terutama menyangkut logistik kita dan kita harus memastikan jadwal selesainya harus sesuai dengan rencana," ungkap Bambang saat meninjau lokasi Pelabuhan Kalibaru Jakarta Utara, Rabu (31/12/2013).
Terminal New Tanjung Priok tahap I akan terdiri dari 3 terminal peti kemas dan 2 terminal yang dibangun di atas lahan 195 hektar. Tempat ini akan menambah jumlah kapasitas pelabuhan menjadi 4,5 juta TEUs peti kemas, serta 9,4 juta m3 produk minyak dan gas. Terminal ini ditargetkan rampung mulai 2014.
Terminal ini nantinya dirancang dengan draft hingga -20 meter at low water spring (kedalaman 20 meter) dengan pengerukan tahap pertama -16 mLWS. Alur pancang dirancang 2 arah selebar hampir 300 meter dan dermaga sepanjang 4000 meter. Sehingga kapal berkapasitas 18.000 TEUs bisa masuk ke dalam kontainer.
PT Pelindo II sendiri menanamkan investasi hingga Rp 22,66 triliun (US$ 2,47 miliar) untuk pembangunan New Tanjung Priok tahap 1 dari total US$ 4 miliar untuk seluruh terminal baik fase 1 dan 2.
"Ini proyek dengan nilai US$ 2,5 miliar. Kemudian infrastrukturnya US$ 1 miliar. Saat ini masih sesuai rencana, bulan Agustus 2014. Target penyelesaian di akhir bulan Agustus," imbuhnya.
Saat meninjau langsung pembangunan Pelabuhan Kalibaru terutama pemasangan precast di tengah laut, Bambang mendapatkan penjelasan perencanaan pembangunan dari PT PP (persero) sebagai kontraktor. Bambang mengaku puas dengan perkembangan pembangunan pelabuhan saat ini dan ia percaya bila pembangunan pelabuhan selesai tepat waktu.
"Saya ingin melihat kesiapan dan progres dari Pelabuhan Kalibaru yang merupakan project yang harus kita selesaikan agar lebih fit sehingga penting bagi kita untuk memonitor progress-nya hari ini cukup baik. Ini proyek infrastrukturnya US$ 1 miliar untuk terminal 1 totalnya US$ 2,5 miliar. Selesainya secara bertahap. Cukup rapi pengerjaannya," katanya.
(wij/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!