RI Genjot Ekspor ke Afrika dan Amerika Latin

Semarang -Kondisi ekspor Indonesia dengan aneka komoditas masih akan tertekan hingga tahun 2014 terutama di triwulan pertama. Hal tersebut membuat Indonesia harus mencari target pasar potensial yaitu di Afrika, Timur Tengah, atau Amerika Latin.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengatakan salah satu penyebab ekspor Indonesia tertekan salah satunya karena ekonomi dunia belum pulih dan masih ada pelambatan pertumbuhan ekonomi di banyak negara.


"Posisi rupiah yang masih melemah itu juga tidak bisa termanfaatkan saat permintaan menurun," kata Bayu usai membuka Forum Ekspor dengan tema "Upaya Penguatan Ekspor Ketidakpastian Ekonomi Global" di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (17/12/2013).


Menurutnya, kondisi perdagangan internasional di Indonesia akan melalui masa sulit di awal tahun 2014 dan akan mulai membaik pada pertengahan tahun 2014 hingga tahun 2015.


"Kemampuan produksi dan daya saing makin baik kalau nanti investasi sudah jalan dan diproduksi. Kita punya kekuatan lebih unuk ekspor, tapi itu akan kita lihat nanti di paruh kedua 2014 atau 2015," kata Bayu.


"Kita harus melewati proses yang tidak mudah di awal 2014," imbuhnya.


Oleh sebab itu, lanjut Bayu, perlu adanya strategi perdagangan lain untuk kegiatan ekspor di Indonesia. Yaitu memilih pasar potensial antara lain Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.


"Di Afrika itu di bagian Selatan, dan pantai Barat, kemudian Timur Tengah yaitu di beberapa negara khusus seperti Irak, Iran, Suriah, Yordania, dan Arab Saudi. Sedangkan di Amerika Latin seperti di Peru sampai Argentina. Negara-negara itu punya potensi besar untuk sasaran ekspor," tutur Bayu.


(alg/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!