Pertamina: Sistem RFID Belum Diterapkan

Jakarta -Meski pemasangannya sudah dilakukan di Jakarta, namun alat pemantau konsumsi BBM subsidi yaitu Radio Frequency Identification (RFID) belum diterapkan oleh Pertamina.

Vice President Corporate Communication Petamina Ali Mundakir mengatakan, saat ini fungsi RFID hanyalah mendata konsumsi BBM di SPBU.]


"Sistem RFID sama sekali belum diterapkan di kendaraan, saat ini fungsinya hanya mendata berapa konsumsi atau penyaluran BBM di setiap SPBU yang sudah dipasangi sistem RFID," kata Ali kepada detikFinance, Selasa (7/1/2014).


Ali menegaskan, belum ada pemberlakuan mobil yang memasang RFID dilarang mengisi BBM subsidi. "Tidak juga melarang kendaraan yang sudah terpasang RIFD mengisi BBM subsidi, belum ada perintah dari Pemerintah," ucapnya.


Ia menambahkan kemungkinan besar ada kesalahan teknis terkait sistem RFID tersebut, karena sistem ini terus diuji kehandalannya.


"RFID ini sistemnya terus diuji keandalannya, sehingga jika sudah diterapkan tidak ada lagi masalah kegagalan sistem, mungkin juga ada kesalahan teknis baik di nozel SPBU-nya maupun RFID Tag dikendaraan tersebut. Untuk itu kami minta masyarakat yang mengalami hal seperti ini segera lapor ke Pertamina di nomor 500-000, kami akan ditindaklanjuti, di mana yang salahnya," papar Ali.


(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!