Di Tangan Sarjana Ekonomi Ini, Bonggol Bambu Bisa Datangkan Rp 40 Juta/Bulan

Jakarta -Di Klaten, Jawa Tengah terdapat bermacam industri kecil kerajinan tangan. Salah satunya adalah kerajinan limbah akar bambu yang bisa dibentuk beraneka ragam kerajinan tangan, khususnya bebek.

Salah satu perajin yang sudah lebih dari 10 tahun menggeluti usaha ini adalah Warsito (40). Sarjana ekonomi dari sebuah perguruan tinggi di Jogja ini memulai usaha kerajinan bambu pada 2002. Setelah lulus dari kampusnya, dia ingin bekerja sesuai dengan minat dirinya.


Sejak lama dia memang menyukai dunia seni seperti seni lukis dan seni pahat. Sebelum kuliah di jurusan manajemen, sebenarnya dia ingin masuk di Institut Seni Indonesia, meskipun akhirnya kandas.


Meski tak jadi kuliah di institusi seni, tapi kegemarannya pada bidang seni tak pupus. Di sela kuliah dia tetap meluangkan waktunya untuk melukis dan kadang membuat patung.


Setelah lulus akhirnya dia memutuskan menggeluti usaha kerajinan tangan dari bambu. Dia berpikir ilmu manajemen pemasaran yang dia dapat di kampus tetap bisa dia gunakan dalam memasarkan kerajinannya.


Awalnya dia membuat perabot dari bambu ori seperti meja, kursi hingga lemari. Harga jual kerajinan ini lumayan tinggi, sayang perputaran barangnya cukup lama. Bahan bakunya pun tidak selalu bisa didapat. Untuk mendapatkan perabot yang unik, bahan bambunya pun harus berbentuk unik agar nilai seninya terlihat.


Kesulitan bahan tersebut akhirnya membuat Warsito berpikir ulang untuk membuat kerajinan yang bahan bakunya lebih mudah didapat dan kalau bisa lebih murah.Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!