Ini Dia Rahasia Risma Kelola Ekonomi Surabaya

Jakarta -Hari ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara dalam perayaan Hari Kartini di Bursa Efek Indonesia (BEI). Risma mengaku tak banyak tahu soal bursa saham atau pasar modal. Namun dia punya cara sendiri mengelola ekonomi di daerahnya.

Dia mengatakan, 4 badan usaha milik daerah (BUMD) di Surabaya diberdayakan untuk melayani masyarakat dan mendorong perekonomian di wilayah tersebut.


"Saat ini perusahaan Pemkot Surabaya ada 4. Di Surabaya, PDAM paling bagus berkontribusi ke pendapatan daerah sudah 95%. Jadi 4 BUMD itu adalah PDAM, PD Pasar Jaya, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)," ujar Risma saat ditemui di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (21/4/2014).


Untuk BPR milik Pemkot Surabaya, Risman mengatakan, bisnis BPR dikonsentrasikan untuk membantu pendanaan UKM di kota tersebut. Tingkat rasio kredit bermasalah kreditnya rendah sekali, bahkan sempat 0% menurut pengakuan Risma.


"RPH ini juga bagus. Saat harga daging sapi naik, saya mainkan di situ. Jadi bukan hanya cari untung, tapi juga untuk warga Surabaya. Kami lakukan operasi pasar juga, makanya Surabaya itu inflasi terendah di Jawa Timur," ungkap Risma.


Kemudian untuk PDAM, Risma ingin membuat perusahaan tersebut bisa menyediakan air minum di seluruh wilayah Surabaya. Namun membutuhkan dana yang besar untuk menjalankan rencana ini. Modal yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar per kecamatan, dan ada 31 kecamatan di Surabaya.


Karena itu, Risma juga tertarik untuk belajar menganai pasar modal, sehingga BUMD ini bisa mencari modal untuk ekspansi usahanya.


"Kami masih belajar untuk keuangan, masih belajar. Makanya kami mau dapat pelatihan penerbitan obligasi pemerintah, supaya satu visi. Ingin ada pelatihan secepatnya, karena ini penting untuk kota kita Surabaya yang harus didukung dari sisi keuangan," jelas Risma.


(dnl/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!