Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pemadaman listrik yang terjadi 2 hari di Jakarta-Tangerang seharusnya tak terjadi. Ia beralasan mulai 1 Mei 2014 lalu, pemerintah melalui PLN telah menaikkan tarif listrik untuk industri, sehingga sudah seharusnya pelayanan ditingkatkan.
"Saya sudah banyak terima laporan soal pemadaman, ini dilema dan anomali. Padahal PLN menaikkan tarif listrik tapi service-nya malah turun, ini anomali, kalau listrik makin mahal, harusnya pelayanan lebih baik," katanya kepada detikFinance, Selasa (13/5/2014)
Ade mengingatkan, PLN tak hanya meminta maaf bila ada gangguan semacam ini. Menurutnya PLN harus meningkatkan pelayanan ke pelanggan termasuk industri.
"PLN jangan hanya duduk manis berbicara, maaf sekarang lagi defisit listrik dengan sangat menyesal dipadamkan, enak banget yah. Itu lah perusahaan monopoli kalau membuat kesalahan tinggal meminta maaf," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, pabrik TPT yang ada di Tangerang yang mencapai 63 TPT hulu, ada beberapa yang mengalami pemadaman listrik. Selain itu, beberapa pabrik TPT di Jakarta dan Bekasi juga mengalami kondisi yang sama.
Ia menuturkan, ada anggotanya yang mengalami pemadaman listrik namun belum mendapatkan informasi pendahuluan dari PLN. Menurutnya hal ini sangat merugikan apalagi industri hulu sangat rentan terhadap operasional mesin yang harus beroperasi 24 jam.
"Soal kerugian belum kita hitung, karena menyangkut berapa lama padamnya, berapa jam. Laporan baru sebagian," katanya.
(hen/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!