JK: Upah Buruh di Tiongkok US$ 400/Bulan, RI US$ 200/Bulan

Jakarta -Upah buruh di Indonesia masih sangat kompetitif dibandingkan dengan negara lain. Kondisi ini harusnya dapat menarik investor lebih banyak masuk ke Indonesia.

"Kita sudah punya konsep agar buruh kita makin sejahtera, yakni membangun kawasan industri atau industrialisasi estate di sepanjang pulau Jawa," kata Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla (JK) dalam sambutannya di acara Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan di Pusat Perfiliman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/9/2014).


"Upah atau UMR-nya di China itu US$ 400 per bulan, di Indonesia hanya US$ 150-200 per bulan. Jadi masih sangat kompetitif," ujarnya.


Ia menegaskan, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, kenaikan upah buruh di Indonesia pasti akan terjadi.


"Yang jadi masalah itu karena mekanisme kenaikan upah tidak dilaksanakan dengan benar, orang (pengusaha) sekarang ini kan takut berhubungan dengan buruh," tutupnya.


(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!