Luhut: Subsidi BBM Sama dengan 'Bakar Uang'

Jakarta -Pemerintahan baru pimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) berencana menaikkan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter, mulai November 2014. Subsidi harus dikurangi.

Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, anggaran subsidi BBM dalam 5 tahun terakhir naik rata-rata 30%. Sementara anggaran infrastruktur di periode yang sama stagnan.


"Kita ini sama dengan bakar uang. Bayangkan subsidi energi ini mencapai 25% dari APBN kita,, sementara anggaran infrastruktur hanya 16%," jelas Luhut dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Outlook Energi Indonesia 2014 di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (30/9/2014).


Dia mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan sebesar Rp 3.000/liter bakal membuat anggaran makin hemat.


"Risiko dan kajian kenaikan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter yang akan dilakukan. "Beliau (Jokowi) bilang ya sudah naiknya Rp 3.000/liter. Beliau bilang November (naiknya)," ujar Luhut.


Bila ini diterapkan, maka harga bensin premium menjadi Rp 9.500/liter dan solar subsidi menjadi Rp 8.500/liter.


(dnl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!