Usai 'Keroyokan' di DPR Bahas APBN-P 2015, Para Menteri Melapor ke Jokowi

Jakarta -Pemerintah telah menyelesaikan rapat perdana pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (RAPBN-P) 2015 dengan Badan Anggaran DPR. Usai rapat bersama DPR, para menteri pun melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pada intinya kami melaporkan progress pembahasan APBN-P 2015. Tadi pagi sudah dimulai pembahasan dengan Banggar, dan itu yang dilaporkan ke Presiden," ungkap Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers usai sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/1/2015).


Bambang juga menyampaikan keinginan anggota dewan untuk menghadirkan beberapa menteri, khususnya yang mendapat anggaran terbesar dan tambahan anggaran akibat pelebaran ruang fiskal. Oleh karena itu, dalam rapat di DPR tadi hadir pula Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri ESDM Sudirman Said.


"Dari Banggar ada permintaan kehadiran para menteri, khususnya untuk pemaparan program dari tambahan ruang fiskal," ujarnya.


Bambang juga menyampaikan asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan RAPBN-P 2015 yaitu:



  • Pertumbuhan ekonomi 5,8%.

  • Inflasi 5%.

  • Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 6,2%.

  • Nilai tukar Rp 12.200/US$.

  • Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 70/barel.

  • Produksi siap jual (lifting) minyak 849.000 barel/hari.

  • Lifting gas 1,17 juta barel setara minyak/hari.


Sidang kabinet hari ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. (mkl/hds)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com