Hanya 38% orang Singapura yang puas dengan kondisi keuangan mereka. Ini menurut studi Manulife, yang mewawancara 500 orang dengan umur 25 tahun ke atas di Singapura.
Jumlah yang sama juga mengatakan, generasi ke depan akan menghadapi situasi keuangan yang lebih sulit.
"Orang Singapura sangat khawatir. Biaya makan dan rumah naik tinggi. Selain cicilan rumah, saya juga harus menjaga orang tua, lalu menyiapkan biaya untuk anak, dan uang pensiun," kata seorang manajer berusia 33 tahun bernama Kelvin Wong, seperti dilansir CNBC, Rabu (11/3/2015).
Di Singapura, ongkos transportasi 3 kali lebih mahal dari New York. Ini karena adanya lisensi yang harus dibeli seseorang yang ingin menggunakan kendaraan pribadi.
Harga properti di negara ini juga jadi salah satu yang termahal di dunia. Sejak 2009, harga properti meningkat tajam sampai 60% menurut PricewaterhouseCoopers.
Dari 2004-2014, gaji orang Singapura secara kumulatif naik 29,2%. Lebih tinggi dari angka inflasi 28,5% pada periode yang sama,Next
(dnl/hds)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com