Jokowi Akan Bangun 24 Pelabuhan, Tapi Izinnya Ada yang Sampai Tahunan

Surabaya -Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani kaget soal proses perizinan pembangunan pelabuhan yang bisa bertahun-tahun. Padahal pemerintahan saat ini di bawah Presiden Jokowi sedang menggalakkan pembangunan dan perluasan 24 pelabuhan.

Hari ini, Franky mengunjungi proyek pelabuhan Teluk Lamong, di perbatasan Surabaya dan Gresik, Jawa Timur. Pelabuhan ini sudah beroperasi meski sempat mengalami kendala perizinan yang tak kunjung usai.


Franky mendapatkan keluhan dari pihak Pelindo III yang merupakan operator dari pelabuhan modern ini. Franky menuturkan, izin untuk bangun pelabuhan ini bisa bertahun-tahun.


"Ada satu dua izin yang sampai 3 tahun. Amdal daripada lebih dari 1-2 tahun itu juga belum selesai," kata Franky di perjalanan Surabaya menuju Gresik, Senin (13/4/2015).


‎Franky heran, pembangunan pelabuhan khusus justru perizinannya bisa lebih cepat dibanding membangun pelabuhan untuk kepentingan umum. Ia pun berjanji bakal mengkaji dan mencarikan solusi agar pembangunan pelabuhan bisa dipercepat.


"Kita sepakat BKPM akan mengkaji kembali perizinan untuk pelabuhan ini," tuturnya.


Menurut Franky ini sangat krusial dan mendasar, karena pemerintah memiliki program membangun 24 pelabuhan dalam tempo 5 tahun. Franky menilai bukanlah hal yang mudah untuk bisa merealisasikan hal tersebut.


‎"Jadi memang agak aneh bagi saya, kalau pemerintah dalam 5 tahun mau membangun 24 pelabuhan tapi perizinannya belum beres," tuturnya





(zul/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com