"Aku diminta jadi Tenaga Ahli untuk sektor energi baru terbarukan, membantu Pak Dirman (Menteri ESDM Sudirman Said)," ujar Tri Mumpuni kepada detikFinance, Rabu (15/4/2015).
Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) ini dulunya memang 'alergi' masuk ke dunia birokrasi. Namun untuk kali ini, ia bersedia membantu pemerintah, untuk mendorong terbangunnya kemandirian energi masyarakat yang berada di pelosok daerah, di mana sebetulnya memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan ekonomi Indonesia.
"Saya mau karena begini, saya melihat bahwa kedaulatan energi itu bisa tercipta kalau semua komponen yang ada dalam negara itu bergerak. Selama ini pemerintah pemerintah saja, swasta swasta saja dan akibatnya kekuatan terbesar di masyarakat itu nggak terbangun," ujarnya.
Menurutnya, banyak program pemerintah terutama di sektor energi, baik itu di bidang listrik, minyak, dan gas bumi sampai pertambangan rakyat, tidak benar-benar menggandeng masyarakat, sehingga tidak ada dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat di bawah terutama di pelosok daerah.
"Kenapa tidak terbangun? Karena memang di birokrasi tidak ada orang-orang yang memang sampai ke bawah, saya merasa bahwa alangkah baiknya kalau misalnya selama ini kan saya berusaha untuk di luar sistem terus, tetapi ternyata hambatannya luar biasa. Jadi bagaimana membuat kegiatan-kegiatan yang berbasis pada masyarakat kecil masuk mainstream pembangunan, dan saya melihat komitmennya Pak Dirman ada di situ, makanya saya mau," ujar ibu dua anak ini.
Sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM, Tri Mumpuni akan memanfaatkan jabatan tersebut untuk mendorong proyek-proyek APBN juga melibatkan masyarakat sekitar proyek.Next
(rrd/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com