Indeks KOSPI di bursa Korsel melemah 0,3% ke level 1.921,85 pada pembukaan perdagangan pagi tadi. Akhir pekan lalu, indeks ini sudah terkoreksi tajam lebih dari empat persen.
"Aksi jual asing terus berlanjut seiring memanasnya hubungan dengan Korea Utara dan jatuhnya nilai tukar Yen," kata Park Seok-hyun, analis dari KTB Securities dikutip Reuters, Senin (8/4/2013).
Untungnya, koreksi indeks KOSPI itu masih bisa ditahan oleh penguatan saham Samsung yang naik cukup tingg berkat kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi pasar.
Investor asing kembali lakukan aksi jual, setelah pada perdagangan Jumat lalu melakukan hal yang sama dengan nilai yang sangat tinggi dalam 20 bulan terakhir. Semua ini terjadi gara-gara konflik di semenanjung Korea antara kedua negara.
Korea Utara sendiri dilaporkan oleh media setempat akan kembali meluncurkan roket dalam rangka uji coba nuklir berikutnya.
(ang/dnl)