OSO Securities: IHSG Cenderung Melemah

Jakarta - Pada akhir pekan kemarin, IHSG berhasil rebound dan ditutup mengalami penguatan 0.41% ke level 4,423.72 setelah selama lima hari berturut – turut mengalami koreksi. Penguatan terjadi disebabkan technical rebound. Investor mengakumulasi saham – saham yang dinilai sudah turun cukup dalam. Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual saham, namun intensitasnya sedikit menurun. Tercatat investor asing membukukan net sell Rp. 182 miliar. Indeks sektoral bergerak variatif dengan sektor aneka industri yang memimpin penguatan sebesar 1.19%. Sedangkan pelemahan terdalam yaitu pada sektor pertambangan sebesar 0.95%.

Akhir pekan bursa AS ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,46% ke 15.258,24, Indeks S&P turun 0,41% menjadi 1.691,75 dan indeks Nasdaq juga ikut mengalami pelemahan sebesar 0,15% ke 3.781,59. Kekuatiran investor terhadap batas utang AS serta penentuan anggaran yang belum menemui solusi menekan laju bursa AS pada akhir pekan. Selain itu juga, Reuters Michigan Consumer Sentiment pada bulan September turun tajam menjadi 77.5 menambah sentiment negatif di tengah naiknya Personal Income pada bulan Agustus yang di atas ekpektasi menjadi 0,4%.


Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah seiring dengan bursa Asia yang rata-rata dibuka melemah. Invetor juga masih menanti sejumlah data dari dalam negeri seperti Inlflasi dan trade balnce Indonesia pada pekan ini. Secara teknikal, IHSG seperti membentuk spinning tops danberadadi area middle bolingger bands. Indikator MACD bergerak turun dengan histogram negatif memendek, indikator stochastic mendekati area oversold. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4390-4472 resistance.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!