Said Iqbal: Upah Buruh RI Rp 2,2 Juta/Bulan, Kalau Thailand Rp 2,8 Juta dan Filipina Rp 3,2 Juta

Jakarta - Kalangan buruh yang diwakili oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tetap menginginkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) rata-rata 50% di 2014. Alasannya, dengan negara yang pertumbuhan ekonominya di atas 6%, UMP rata-rata di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan Filipina dan Thailand.

"Upah minimum tertinggi di Indonesia itu ada DKI Jakarta yaitu Rp 2,2 juta/bulan. Lebih rendah dari Thailand yang Rp 2,8 juta/bulan dan Filipina Rp 3,2 juta/bulan. Hanya sedikit lebih besar dari Kamboja dan Vietnam, tetapi infrastrukturnya lebih buruk. Padahal ekonomi Indonesia yang tumbuh nomor 2 dan PDB nomor 16 di dunia," teriak Presiden KSPI Said Iqbal di rapat akbar dengan ratusan buruh dari 50 aliansi buruh nasional di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta, Senin (30/9/2013).


Said menambahkan, dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, maka akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hasilnya, pendapatan buruh yang diterima saat ini tidak mencukupi kebutuhan para buruh.


"Untuk memperbaiki daya belinya melalui upah layak, lagi-lagi buruh disudutkan tidak mau mengerti kondisi ekonomi dan kesulitan perusahaan. Kenaikan harga-harga membebani buruh terutama sewa rumah, ongkos, dan belanja kebutuhan barang sehari-hari," imbuhnya.


Said prihatin dengan kondisi pengupahan di Indonesia. Selama 20 tahun, buruh di Indonesia terperangkap biaya upah yang cukup murah. Padahal ekonomi di Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya.


"Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak terasa bagi buruh karena pertumbuhan hanya dinikmati segelintir orang, di mana 1% orang kaya menguasai aset 40%. Kondisi upah murah ini sudah berlangsung 20 tahun dan gap pendapatan terus terjadi," cetusnya.


(wij/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!