Temu Perajin Tahu-Tempe, Gita: Kedelai Mahal Karena Kita Impor Besar

Jakarta - Dalam kunjungannya ke sentral perajin tahu-tempe di Semanan, Jakarta Barat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, mahalnya harga kedelai saat ini adalah karena Indonesia melakukan impor dalam jumlah besar.

"Kedelai mahal karena kita masih impor besar. Produksi dalam negeri belum cukup, maka mau tidak mau kita terkena pengaruh dolar," ujar Gita menjawab perwakilan perajin tahu-tempe yaitu Kuncoro, Senin (9/9/2013).


Berbatik ungu rapi, Gita sempat disoraki oleh para perajin dengan sorakan: "Turunkan harga kedelai, hidup perajin."


Para perajin tersebut saat ini tidak produksi, karena mogok akibat kedelai mahal. Rencananya, mogok produksi ini akan dilakukan selama 3 hari mulai hari ini.


Dalam kunjungan selama 15-20 menit sejak pukul 15.50 WIB ini, Gita berusaha meyakinkan perajin, pasokan kedelai dalam negeri aman. "Pasokan cukup dan saya akan rapat dengan para pengusaha untuk menentukan harga khusus kedelai di tingkat perajin," ujar Gita.


Para perajin di Semanan mengaku membeli kedelai dengan harga Rp 950.000/kwintal atau Rp 9.500/kg. Menurut para perajin normalnya harga kedelai hanya Rp 7.500-7.700/kg.


(wij/dnl)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!