"Yang mau bangun smelter belum terlalu banyak. Yang mengajukan minat baru ada 14 perusahaan. Yang sudah dalam tahap FS ada, perusahaan penambangan mineral Harita di Kalimantan Barat sudah groundbreaking dan satu yang kecil, perusahaan nasional di Sulawesi Tengah sudah berjalan," Wakil Ketua Kadin Bidang ICT and Broadcast Didie Suwondho saat konferensi pers terkait masa depan Industri Pertambangan Nasional, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
Ia menjelaskan minat perusahaan untuk membangun smelter masih sedikit. Hal itu karena belum ada kejelasan soal insentif dan tingginya investasi untuk membangun sebuah smelter.
"Biaya investasinya kan besar sekali tergantung kapasitas. Nanti smelternya seperti apa, apakah l atau highly integrated ya selama bisa meningkatkan nilai tambah atau value added kita mendukung penuh," katanya.
Didie meminta kepada PT Aneka Tambang Tbk sebagai perusahaan yang lebih dulu mengolah mineral untuk mengajak perusahaan lain membangun smelter di dalam negeri.
"Meminta Antam menjadi penjuru industri mineral atau mining di Indonesia. Kekuatan Antam ada di bauksit dan nikel, Antam juga bisa mengajak pengusaha-pengusaha dalam negeri untuk jadi partner," kata Didie.
(drk/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!