Kalau kolam oli itu diartikan secara harfiah, logikanya memang "hil yang mustahal" -untuk meminjam istilah lama almarhum Asmuni Srimulat.
Tapi dalam kehidupan sehari-hari kita masih bisa menyaksikan yang disangka mustahil itu. Bahkan contohnya cukup banyak. Mahfud MD termasuk salah satunya.
Sejak lama saya kagum dengan integritas Pak Mahfud MD. Kini kekaguman itu bertambah-tambah lagi. Terutama sejak ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi Dr Akil Mochtar. Kita jadi tahu bahwa MK itu ternyata lembaga yang sangat basah. Bahkan basah oleh oli: calo, dagang perkara, dan sogok-menyogok. Bukan hanya oleh yang kalah Pemilukada. Bahkan juga oleh yang sudah menang Pemilukada sekali pun.
MK bisa disebut kolam oli karena pihak-pihak yang bersaing dalam Pemilukada semuanya ingin menang. Bukan hanya gengsi. Juga karena sudah telanjur habis-habisan.
Dari kenyataan itu kita juga jadi tahu betapa beratnya tekanan yang dialami Pak Mahfud MD selama menjadi Ketua MK dulu. Terutama dalam menjaga integritasnya di tengah-tengah kolam oli seperti itu.
Tentu saya sangat kagum tidak hanya kepada Pak Mahfud MD. Tapi juga pada orang-orang lain yang integritasnya tinggi. Terutama mereka yang pada dasarnya berada di kolam oli namun tidak terkena oli.Next
(dru/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!