Sebagai orang nomor satu di Jepang, Ia menjelaskan 3 anak panah ekonomi yang akan ditembakan untuk memajukan negara.
"Kami telah berhasil memecahkan persoalan dan dan sekarang kami sudah pulih. Perekonomian Jepang sebelumnya berada dipersimpangan jalan dan sekarang kami sudah keluar dari persimpangan dan kembali ke jalan utama. Sekarang saya punya 3 anak panah ekonomi," ujarnya di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).
Ia menuturkan ada tiga kebijakan yang merupakan anak panah dari perekonomian Jepang yang tengah berjalan. Adalah kebijakan fiskal yang fleksibel, agresifitas moneter dan reformasi struktural.
Kebijakan fiskal yang diusung adalah bagaimana memberikan stimulus untuk perusahaan-perusahaan Jepang. Awal tahun ini telah dikucurkan stimulus sebesar 5 triliun yen.
"Saya keluarkan paket dengan nilai 5 triliun yen. Ini bukan sementara tapi adalah investasi untuk masa depan," sebutnya.
Kemudian untuk kebijakan moneter, Jepang berupaya untuk terus memulihkan keuangan publik. Arah kebijakan ini adalah pertumbuhan ekonomi yang dapat menarik investasi. Ia juga menekankan bagaimana menjaga inflasi tetap berada pada 2%.
"Di samping itu Bank Sentral Jepang juga terus melakukan langkah yang progresif dalam hal moneter," sambungnya.
Reformasi struktural adalah anak panah yang terakhir. Ia berjanji akan terus menjaga kondusifitas iklim usaha dan terus memberikan dukungan agar usaha tetap tumbuh tinggi di Jepang.
"Kita kan terus mendukung perusahaan agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi," ujarnya