Ikuti Dahlan, Nindya Karya Tak Mau Keluarkan Suap untuk Dapat Proyek

Jakarta - PT Nindya Karya (Persero) mendukung imbauan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk tidak menyuap atau melakukan pemberian fee untuk memperoleh proyek di pemerintahan. Namun perseroan tetap masuk di proyek pemerintahan dengan mengikuti peraturan.

"Pak Menteri menyampaikan jangan cari proyek dengan nyogok-nyogok. Kalau kita nggak cari proyek pemerintah. Yang kerjakan proyeknya siapa? Tapi tenderlah sesuai aturan," ucap Direktur Utama Nindya Karya I Gusti Ngurah Putra kepada detikFinance di Kantor Pusat Nindya Karya Cawang Jakarta Timur yang dikutip Rabu (22/10/2013).


Langkah bersih-bersih ini ditindaklanjuti dengan membuat surat edaran direksi. Hal ini dilakukan untuk mencegah permainan proyek.


"Kita buat surat edaran untuk mengikuti proses bisnis. Kita sudah buat surat edaran untuk ikut code and conduct sehingga berbisnislah dengan benar. Pokoknnya jangan diulang. Harus dibedakan sistem yang dibangun perusahaan dan tingkah laku personal. Dari dulu nggak ada sistem yang nyuruh nyogok," tegasnya.


Pada kesempatan itu, Putra yang diamanatkan mengelola Nindya Karya sejak 20 Juli 2011 ini akan berkonsentrasi penuh membesarkan perseroan. Termasuk program untuk bebas dari pengelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) di 2019.


"Yang penting semua orang yakin dan punya motivasi tinggi. Kita konsetrasi penuh bangun perusahaan," sebutnya.


Perseroan pun belum merencanakan program privitasisasi dengan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Menurutnya perseroan saat ini fokus membesarkan usaha dan memperkuat perseroan.


"Kita kan belum 1 tahun di PPA. Kalau kita ngomong IPO, perusahaan ini harus sustain. Kalau sustain nilai perusahaan ini baru tinggi. Kita juga ingin. Mungkin perusahaan terbuka lebih open," terangnya.


(feb/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!