Meskipun Ada Monorel, Jakarta Masih Tetap Akan Macet

Jakarta - Jakarta Eco Transport (JET) tahap I ditargetkan selesai pada 2016 dan dapat mengangkut 47.000 penumpang/jam. Namun monorel ini bukan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yang sudah kronis.

"Monorel ini dibangun tujuannya bukan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota Jakarta yang sudah kronis ini. Monorel ini hanya membantu mengurangi kemacetan," ucap Komisaris Utama PT Jakarta Monorail (JM) Edward Soeryadjaya ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Selasa (22/10/2013).


Edward mengakui bahwa dengan adanya monorel di Jakarta dapat menarik ribuan kendaraan yang hilir mudik di jalanan ibu kota.


"Kita akan ada 200 kereta, 1 kereta ada 6 gerbong, dalam 1 jam dapat mengangkut 47.000 orang, dalam sehari mampu mengangkut 500.000 orang. Jakarta tidak macet lagi? Tentu tidak, masih macet. Bayangkan dalam 1 hari mobil di Jakarta bertambah 5.000 unit, sepeda motor 500.000 unit," ungkapnya.


Edward mengatakan untuk mampu mengatasi kemacetan di Jakarta kuncinya hanya satu yakni integrasi seluruh transportasi massal di Jakarta.


"Kuncinya integrasi seluruh transportasi massal di Jakarta, sekarang ini belum, contohnya sekarang ada MRT nanti ada Monorel dan sudah ada KRL, contohnya di dukuh atas ada titik pertemuan MRT, monorel dan KRL, tapi sampai saat ini ketiga-tiganya berdiri sendiri tidak terintegrasi, itu yang jadi masalah, nggak akan bisa atasi macet kalau transportasi massal seperti monorel, MRT, KRL, busway dan lainnya tidak terintegrasi satu sama lain," tutupnya.


Adhi Karya Tidak Lagi Punya Saham di Jakarta MonorailNext


(rrd/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!