Dikutip dari BBC, Rabu (12/11/2013), awalnya perusahaan minyak milik Batista yaitu OGX telah mendeklarasikan kepailitan alias bangkrut. Sekarang, giliran perusahaan pembuat kapalnya, yaitu OSX, yang tengah diajukan pailit karena tak mampu bayar utang.
Nasib memang tak bisa ditebak, tahun lalu kekayaan Batista mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 300 triliun. Namun kekayaannya sekarang turun menjadi di bawah US$ 1 miliar.
Karena kondisi ini, para investor kehilangan kepercayaan untuk bekerjasama dengan Batista. Perusahaan milik pria ini bergerak di sektor energi, pertambangan, hingga logistik.
Untuk OSX yang diajukan bangkrut, diperkirakan mempunyai utang US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 230 triliun. Sebelumnya, OGX diajukan pailit karena utang US$ 4,8 miliar atau Rp 480 triliun yang tidak bisa dibayarnya. Ini merupakan kasus kebangkrutan terbesar di wilayah Amerika Latin.
Berdasarkan hukum Brasil, OSX diberi kesempatan untuk mengajukan rencana restrukturisasi utang-utangnya.
Batista pernah sesumbar mengatakan dirinya akan menjadi orang terkaya di dunia. Namun ancaman kebangkrutan dihadapinya saat ini. Masalah Batista dimulai tahun lalu, saat OGX mengumumkan bahwa produksi minyaknya hanya 1/4 dari perkiraan yang telah dibuat. Ini menyebabkan nilai saham perusahaan tersebut anjlok dalam.
Batista bukan orang pertama yang kekayaannya anjlok sangat besar. Pada krisis ekonomi di 1999, saat saham Microsoft anjlok, Bill Gates mengalami penurunan kekayaan US$ 40 miliar, namun kekayaan Gates masih mencapai US$ 60 miliar.
Lakshmi Mittal juga pernah mengalami hal sama. Miliuner baja asal India ini kehilangan kekayaannya US$ 32 miliar saat krisis keuangan 2008 lalu. Ada lagi yang lebih parah dari Batista, yaitu Sean Quinn, seorang pengembang properti asal Irlandia yang kekayaannya hilang US$ 6 miliar dan langsung mengajukan bangkrut.
Nasib Batista memang sungguh naas, bahkan dia sampai menjual jet pribadi dan yacht milik perusahaannya untuk membayar utang. Batista pasti bukan jadi orang terakhir yang kekayaannya amblas banyak.
(dnl/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!