"Saat ini saya standby, setiap jam saya ditelepon, kalau perlu saya berangkat ke Singapura," kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat ditemui di Kantor, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (12/11/2013).
Hidayat mengatakan saat ini perundingan sedang berlangsung, ia memperkirakan berlangsung secara alot dan lama.
"Saya belum bisa berikan informasi terbaru, ini akan lama mungkin selesainya tengah malam dan mudah-mudahan bisa segera diputuskan, karena kalau tidak maka masalah ini bisa dibawa ke arbitrase dan tentunya memakan waktu berbulan-bulan lagi," ungkapnya.
Ia menambahkan namun dari pihak Pemerintah Indonesia sudah siap dengan dua kemungkinan.
"Kita siap dengan dua kemungkinan, kemungkian pertama NAA setuju dengan perundingannya, siap dengan kemungkian dibawa ke arbitrase, setiap perundingan internasional yang mengalami deadlock tentu akan dibawa ke arbitrase, tapi kedua belah pihak sepakat tidak ingin menempuh jalan arbitrase," tutup Hidayat.
Seperti diketahui dalam proses perundingan, NAA yang memiliki sebagian saham di Inalum sudah menurunkan nilai buku Inalum menjadi US$ 626 juta dari US$ 650 juta, kemudian turun menjadi US$ 558 juta.Next
(rrd/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!