Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan dengan areal 1,1 hektar mendirikan 2-3 tower rusun sederhana dengan total unit hingga 1.000 unit.
"Di Tanjung Barat ada lahan 1,1 hektar. Kalau dibikin rumah bisa 2-3 tower. Kalau satu tower 300-an (unit) ya mungkin bisa bikin 1000-an unit," kata Himawan saat ditemui di acara Musyawarah Nasional Realestate Indonesia (REI) 2013 di Hotel Gran Melia Jakarta, Senin (25/11/2013).
Arief menyebutkan, untuk menggarap perumahan tersebut dibutuhkan dana sedikitnya Rp 200 miliar. Untuk pendanaan, kata dia, pihaknya hanya akan mampu menyediakan sebesar Rp 100 miliar.
"Satu tower itu sekitar Rp 70-80 miliar ya Rp 200 miliaran. Ya karena kita konsepnya ownership akan kita jual dan kita bisa saja mendanai sebagian, sebagian dari masyarakat, mungkin kita bisa sediakan dana sampai Rp 100 miliar lah," ujar Himawan.
Sayangnya, saat ini lahan tersebut masih terkendala soal status kepemilikan lahan yang masih dipegang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kendalanya status lahannya, tanah-tanah yang dipinggir kereta api itu masih banyak permasalahan hukumnya, tidak semuanya sudah dalam milik PT kereta api karena sebagian milik Kemenhub. Untuk melepas dari Kementerian ini kan mungkin belum ada satu meknisme yang pas ya, teorinya kalau sudah lahanya milik kereta api mungkin akan lebih mudah," paparnya.
Ia menambahkan apabila status kepemilikan sudah jelas, pihaknya siap untuk mengembangkan lahan-lahan tersebut. "Perumnas siap kalau memang mau diambil salah satu percontohan. Kita siap memberikan proyek," tandasnya.
(drk/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!