"Bagaimana kita melakukan capaian dari yang kita inginkan, apa kita bisa melihat WTO sebagai manfaat? Saya nggak," ungkap Sofjan Wanandi saat diskusi terkait persiapan KTM WTO ke-9, di auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa (12/11/2013)
Bahkan menurut Sofjan, acara-acara bertarif internasional seperti KTM WTO ke-9 akan membuat kemacetan terutama di kawasan Nusa Dua, karena tingginya arus kunjungan ke wilayah tersebut.
"WTO itu cuma bikin macet. Nggak ada manfaatnya, kalau Bali itu nggak capai apa-apa kita ikut macetkan saja. Nggak ada gunanya," katanya.
Rencananya dalam KTM WTO ke-9, ada tiga isu utama yang diangkat dalam pertemuan ini adalah pertanian, fasilitas perdagangan, dan pembangunan. Menurut Sofjan tidak ada arah yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Sofjan pesimis sebaiknya pemerintah tidak berharap terlalu banyak dari pertemuan WTO.
"Seharusnya tiap WTO harus kita liat segi kepentingan nasional. Apa untung kita jadi tuan rumah. Kadang-kadang kita, saya melihat nggak tahu sebagai tuan rumah nggak tahu inginnya terus hasilnya seperti apa," jelasnya.
Ia menambahkan Indonesia terlalu terbuai dengan pujian-pujian asing. Apalagi pujian tersebut disampaikan dalam pertemuan-pertemuan Internasional.Next
(mkl/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!