Terlahir dari keluarga sederhana, wanita berhijab ini mengawali karir dari berjualan kain batik keliling dari kampung ke kampung. Namun berkat kerja kerasnya, kini ibu 2 anak ini telah menjadi pembatik sekaligus pengusaha batik tulis di Tuban beromset miliaran rupiah.
"Omset saya tertinggi pada bulan Juli lalu Rp 1,009 miliar. Kalau keuntungan bersih Rp 137 juta. Semua selalu saya bukukan," ungkap Suntiah, kepada detikFinance, Selasa (3/12/2013).
Suntiah mengaku dahulu sempat bekerja di pabrik di wilayah Sidoarjo. Namun setelah menikah, ia keluar dari pekerjaannya untuk menjadi ibu rumah tangga alias menganggur di rumah saja. "Setelah itu kami berdua posisinya sama-sama pengangguran tidak bekerja," katanya.
Sekitar tahun 1998, Suntiah dan suami diberikan oleh mertuanya dagangan berupa 1 kantong batik untuk dijual. Suntiah pun kemudian menjajakan kain batik tersebut keliling desa. Tak jarang wanita kelahiran 1 Juli 1974 itu juga merambah desa tetangga.
"Lumayan laris. Kemudian saya ngobrol dengan suami bagaimana kalau saya belajar membatik. Karena saat itu saya memang nggak bisa batik sama sekali," lanjutnya.
Selanjutnya awal tahun 2000-an, Suntiah belajar membatik pada seorang pembatik profesional. uang belajar yang harus dibayar kala itu sebesar Rp 300.000, jumlah yang sangat berlimpah bagi keluarganya.Next
(hen/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!