Nenek Bermasker Penolak Pewangi

Jakarta -Yuko Ozawa, seorang pensiunan guru di Gidu, Honshu, Jepang, mengatakan wewangian itu tak ubahnya polusi. Dia bilang dirinya pernah dua kali hampir pingsan saat melintas melewati sekelompok perempuan yang wanginya bukan main.

Makanya Ozawa ini saban hari memakai masker gas untuk mencegah kejadian itu terulang. Tiga tahun lalu dia ikut mendirikan kelompok Society Demanding Fragrance Restraint. Tujuannya untuk mengingatkan orang bahwa ada yang alergi dan sensitif terhadap wewangian.


Nenek Ozawa ini menderita masalah pernafasan dan bahkan bisa pingsan kalau mencium pewangi buatan. Pemicu lain termasuk wangi sampo, kosmetik, dan parfum. "Anak-anak kecil melihat saya dengan aneh, ada yang sampai menangis ketakutan," katanya.


Di pintu rumahnya Ozawa menempel kertas berisi peringatan. Dirinya tak segan-segan mengusir siapapun yang tubuhnya atau pakaiannya terlalu wangi.


Kantor Urusan Konsumen Nasional di Jepang mencatat, akhir-akhir ini semakin banyak orang yang melaporkan gejala penyakit akibat pewangi buatan pabrik. Sejak April lalu sudah ada 50 orang yang melaporkan masalah itu kepada mereka.


Kalau ada yang sampai sakit, lebih banyak pula yang kesal. Contohnya saja Yuko Kimura, warga suburban Tokyo. Saban pagi dia merasa hidungnya sakit mencium aroma pewangi pakaian yang tercium dari para penumpang kereta bawah tanah. Apalagi aromanya macam-macam.


“Pewangi makin kuat sekarang, bikin sakit kepala saja,” kata Kimura pada pekan lalu. “Saya hanya mau bernafas normal lagi.” Next


(DES/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!