Agus Marto: Jangan Sampai Ekonomi RI Lebih Buruk di 2014

Jakarta -Bank Indonesia (BI) mematok pertumbuhan ekonomi di tahun ini di angka 5,8-6,2%. Angka tersebut dengan pertimbangan inflasi di angka 4,5% plus minus 1% dan pertumbuhan kredit di angka 15-17%. Current Account Defisit (CAD) juga dijaga di bawah 3% di tahun ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya masih optimis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik di tahun ini.


"Tahun 2014 harus hati-hati jangan sampai lebih buruk," ujar Agus dalam Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia (BI) dengan Tema 'Perkembangan Moneter dan arah kebijakan BI ke depan,' di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (15/1/2014).


Agus menjelaskan, optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh kepastian kondisi ekonomi global salah satunya adalah pengurangan stimulus oleh The Fed. Diperkirakan, kata Agus, krisis moneter akan berakhir di tahun ini.


"Kita membaca guidance FOMC meeting, kelihatannya akan ada pengurangan stimulus sehingga 2014 krisis moneter diperkirakan akan selesai," kata Agus.


Dia menambahkan, BI sudah mengantisipasi dampak dari pengurangan stimulus tersebut salah satunya melalui pendalaman pasar keuangan.


"Dampak pengurangan stimulus sudah diperhitungkan, di price-in, kita harapkan Indonesia punya waktu di 2014 untuk pendalaman pasar keuangan. 2014 masih revelan pertumbuhan ekonomi 5,8-6,2%. Kita optimis apabila reform dilakukan terus dan melakukan perbaikan," pungkasnya.


(drk/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!