Agus Marto: Waspadai Inflasi Akibat Harga Pangan di 2014

Jakarta -Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2014 masih perlu diwaspadai. Diperkirakan defisit transaksi berjalan tahun ini masih akan tinggi diikuti dengan tingginya angka inflasi akibat kenaikan harga pangan.

Demikian dikatakan Gubernur BI Agus Martowardojo dalam Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia (BI) dengan Tema 'Perkembangan Moneter dan arah kebijakan BI ke depan,' di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (15/1/2014).


"Ke depan risiko di 2014 perlu diwaspadai, masih tingginya neraca transaksi berjalan dan kenaikan inflasi. 2014 waspadai volatile food," ujar Agus.


Agus menjelaskan, untuk menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil, BI akan tetap mengedepankan stabilitas ekonomi dan penyesuaian Current Account Defisit (CAD) di bawah 3% di tahun 2014 dan tahun 2015 akan di bawah 2%.


"Kita jalankan se-smooth mungkin," ucap Agus.


Selain itu, BI juga akan memfokuskan untuk menjaga nilai tukar rupiah, inflasi dan makro prudential dengan memperkuat stabilitas sistem keuangan termasuk risiko sistemik dan likuiditas pasar.


"BI Rate diarahkan untuk mengendalikan inflasi pada sasaran 4,5% plus minus 1% di 2014, 4% plus minus 1% di 2015," tandasnya.


(drk/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!