China Surplus Perdagangan Rp 2.500 Triliun, Indonesia Masih Tekor

Jakarta -China mampu meraih rekor tertinggi nilai perdagangan dunia di 2013, mengalahkan AS. Tercatat total nilai ekspor dan impor China mencapai US$ 4,16 triliun atau senilai Rp 41.600 triliun (kurs US$1 = Rp 10.000).

Total nilai ekspor impor ini, membuat China surplus perdagangan US$ 259,75 miliar atau senilai Rp 2.597,5 triliun.


Bagaimana dengan perdagangan Indonesia? Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia untuk posisi Januari-November 2013 malah tercatat defisit US$ 5,6 miliar atau Rp 56 triliun.


Defisit ini dipicu oleh tingginya impor di sektor minyak dan gas (migas). Total nilai ekspor Indonesia pada posisi Januari-November US$ 165,57 miliar atau turun 5,19% (posisi year on year).


Sedangkan total impor sebesar US$ 171,17 miliar atau turun 2,8%. Impor terbesar datang dari China yakni senilai US$ 22,23 miliar, dari Jepang sebanyak US$ 17,51 miliar dan Thailand sebanyak US$ 9,95 miliar.


"Secara total (Januari-November 2013) neraca perdagangan masih tercatat defisit sebesar US$ 5,6 miliar. Ini disebabkan oleh impor minyak yang masih tinggi sehingga defisitnya terhitung cukup besar," kata Kepala BPS, Suryamin di Jakarta beberapa waktu lalu.


Ekspor terbesar Indonesia antaralain ke China sebesar US$ 18,93 miliar, Jepang sebanyak US$ 14,69 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 13,79 miliar.


(feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!