Lina, seorang penjaga toko pernak-pernik imlek di kawasan Glodok, Jakarta Barat, mengatakan ada kenaikan harga produk rata-rata 20%. Harga produk sudah naik dari agen yang menjual ke para pedagang.
"Dua minggu menjelang imlek jualan lumayan ramai, tapi dibandingkan tahun kemarin masih sepi, soal kenapa sepi saya nggak tahu. Sekarang barang-barang naik 20% karena dolar menguat, mungkin itu penyebabnya. Ini semua barang impor dari China," kata Lina kepada detikFinance, Selasa (14/1/2014)
Hal senada disampaikan oleh pedagang pernak-pernik imlek lainnya seperti Murtalim, menurutnya kenaikan harga justru lebih tinggi dari 20%. Misalnya produk angpao tahun lalu dijual Rp 1.000/buah, namun kini sudah naik jadi Rp 1.500/buah atau naik 50%.
"Di sini sekarang semua naik. Dolar saja naik, agen juga naik, kita juga terpaksa naikkan harga. Naik juga soalnya ini nya naik, masak cuma saya jual Rp 1.200. Suvenir itu juga naik sekarang saya jual Rp 25.000 padahal dulu cuma Rp 20.000," katanya
Ia juga mencontohkan harga lampion imlek ukuran kecil tahun lalu hanya Rp 100.000 kini dijual sampai Rp 110.000-120.000. Sedangkan lampion ukuran besar dahulu dijual Rp 200.000 sekarang naik mencapai Rp 225.000-250.000/buah.
"Pokoknya naik semua nggak ada yang nggak naik. Tapi meskipun naik tetap juga pada mau beli, soalnya pada butuh juga. Kalau dulu pada beli banyak tapi sekarang kalau beli pada dikit-dikit pada mikir mikir dulu sebelum beli," keluhnya.
(hen/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!