Tiru Luar Negeri, Dahlan Ingin Pipa Gas Tersambung Hingga ke Rumah

Jakarta -Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai jaringan pipa bahan bakar gas (BBG) yang ideal harus dibangun dan tersambung sampai ke konsumen atau perumahan. Konsep ini biasa disebut jaringan gas kota, dan sudah umum diterapkan di negara-negara maju.

Menurut Dahlan konsep ini jauh lebih murah dan aman ketimbang penggunaan LPG (liquified petroleum gas) yang memakai tabung seperti yang umum saat ini, antaralain produk LPG Pertamina bernama Elpiji, Blue Gaz dan lain-lain.


"Karena dengan itu seperti di luar negeri. Rumah tangga itu dilayani oleh gas. Nggak pakai LPG lagi. Pakai gas itu lebih murah daripada pakai elpiji," kata Dahlan usai senam pagi di Monas Jakarta, Selasa (7/1/2014).


Dahlan mengatakan pengunaan LPG yang lebih populer di Indonesia punya dampak dari sisi efisiensi. Misalnya dari sisi transportasi, pemanfaatan LPG harus menggunakan transportasi darat seperti truk-truk yang berdampak pada kemacetan.


"Kenapa LPG karena infrastruktur gas nggak terbangun sampai sekarang. Kalau LPG kan bisa ditenteng bisa dibawa. Padahal itu kan

memacetkan lalu lintas," sebutnya.


Menurutnya pengembangan gas kota, memerlukan investasi yang mahal saat awal-awal pembangunan seperti PLN membangun jaringan listrik. Namun jaringan pipa harus dibangun karena energi gas dengan pipa jauh lebih murah.


Menurutnya selama ini, pembangunan jaringan pipa gas hingga ke perumahan belum memperoleh prioritas sehingga perkembangan jaringan pipa gas berjalan lambat.


"LPG itu memang untuk yang tidak ada jaringannya. Sekarang bukan nggak ada jaringan tapi memang tidak dibangun jaringannya. Memang

perhatian ke sana, belum ada," sebutnya.


Implementasi gas kota di Indonesia saat ini masih terbatas dalam proyek percontohan atau pilot project di beberapa kota.


(feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!