Direktur Utama ASDP Danang S. Baskoro mengatakan, anggaran pembangunan JSS terlalu mahal. Anggarannya bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas pelabuhan penyeberang milik ASDP dan membangun tol Trans Sumatera dari Lampung hingga Aceh sepanjang 2.771 kilometer.
"Menurut saya, Rp 10 triliun diberi ke ASDP untuk bangun fasilitas dermaga, dan Rp 100 triliun dibikin jalan bebas hambatan dari Lampung sampai Aceh sana," kata Danang pada acara CEO Breakfast Meeting di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Lewat pembangunan jalan tol, ekonomi di wilayah Sumatera justru akan berkembang pesat. Serta angkutan logisitik melalui kapal RORO bisa diberikan secara baik karena adanya perbaikan dermaga.
"Itu anda bisa bayangkan perekonomian semua Indonesia. Terutama untuk angkutan komoditas di Sumatera. Pasti itu luar biasa," sebutnya.
Meski pembangunan JSS telah masuk ke dalam rencana nasional, ASDP siap saja suatu saat jika harus merelokasi kapal-kapal miliknya dari pelabuhan Merak-Bakauheni ketika JSS telah beroperasi.
"Ini kapal. Ini bisa dipindahin seperti di Suramadu saja. Di sana kapalnya langsung habis, nggak ada di situ lagi," sebutnya.
Jika proses kontruksi JSS berlangsung selama 10 tahun lebih, ASDP tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa penyeberangan laut di Merak-Bakauhei.
"Sekarang kita dermaganya ada 5. Semuanya berproduksi dengan baik. Semua lahan parkir sudah kami perbaiki. Sekarang nggak pernah anda dengar ada Merak macet," jelasnya.
(feb/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!