Dahlan Iskan: Di 'Selo' Harapan Baru Itu Terbuka

Jakarta -Tiba-tiba saya bisa tahlilan di Grobokan. Di kuburan seorang tokoh: Ki Ageng Selo. Tidak saya sangka kalau makam tokoh itu di dekat kebun kedelai yang saya tinjau Rabu lalu. Itulah tokoh yang namanya saya pakai untuk mobil listrik generasi kedua putra petir: Selo. Sebuah mobil sport warna kuning yang baru dipamerkan di Universitas Atmajaya Jakarta dan juga di Palembang sana.

Nama Selo kami ambil karena ada legenda yang sudah terkenal, bahwa Ki Ageng Selo mempunyai kemampuan menangkap petir.


"Benarkah makamnya di desa Selo ini," tanya saya pada Bupati Grobogan Bambang Pudjiono yang menyertai saya meninjai kebun kedelai unggul itu.


"Saya pikir makamnya di Jogjakarta," tambah saya.


Kalau Pak Bupati tidak menginfokan keberadaan makam ini, tentulah saya tidak akan pernah bisa "permisi" menggunakan nama beliau untuk mobil listrik kita.


"Jangan-jangan karena belum pernah minta izin itulah sehingga nasib mobil listrik tidak segera jelas sampai sekarang," gurau teman saya yang ikut ke Grobogan.


Maka di makam Ki Ageng Selo itu, di samping tahlil, saya juga curhat (dalam hati) mengenai sulitnya prosedur mengurus mobil listrik itu di pemerintah. Padahal negara lain sudah kian kencang saja larinya.Next


(dru/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!