Gara-gara UMP Tinggi, 21 Pabrik Sepatu akan Hijrah ke Jateng dan Jatim

Jakarta -Perusahaan sepatu asal Korea dan Taiwan di Tangerang (Banten) dan Jakarta akan merelokasi pabriknya ke kawasan industri Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Mereka tidak kuat membayar Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta dan Jawa Barat yang tinggi bahkan mencapai Rp 2,4 juta/bulan.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, sebanyak 21 perusahaan berniat untuk memindahkan kegiatan produksinya ke daerah yang UMP-nya lebih rendah, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.


"Mereka sudah konfirmasi. Tahun ini ada 21 perusahaan yang bersedia pindah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Eddy kepada detikFinance, Senin (17/3/2014).


Dikatakan Eddy, rencana relokasi di dalam negeri jauh lebih baik ketimbang perusahaan-perusahaan tersebut hengkang dan memindahkan pabriknya ke luar negeri seperti Vietnam. Sebelumnya, 11 perusahaan sepatu dari Tangerang dan Jakarta menyatakan relokasi ke Vietnam.


"Saya minta mereka relokasi bukan ke luar negeri, ke Jateng dan Jatim saja," katanya.


Kewajiban membayar upah yang tinggi di pabriknya yang sekarang, membuat perusahaan harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi. Itu sebabnya pabrik tersebut berpindah ke daerah dengan UMP lebih murah. Para pabrik sepatu tersebut, umumnya memiliki tenaga kerjanya rata-rata 2.000 orang


"Yang rewel itu dari Korea sama Taiwan. Kalau orang kita nggak ada masalah," ucapnya.


Eddy menjelaskan, meski mereka telah menyatakan pindah, aktivitas produksi tetap berjalan.


"Mereka tetap produksi dulu. Nanti kalau pabrik di sana selesai, mereka tinggal pindahkan mesin-mesinnya saja, jadi tidak ganggu produksi," tutup Eddy.


(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!