Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heryawan di acara penutupan Agrinex Expo 2014, di JCC, Senayan Jakarta, Mingg (30/3/2014).
"Siapapun menteri pertaniannya, siapapun presidennya, ketahanan pangan ini harus terus diperhatikan," tegas Rusman.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini menyayangkan subsidi energi yang mencapai ratusan triliun, sementara di sektor pertanian subsidi masih diperhitungkan. Padahal menurutnya, subsidi energi tidak memberikan nilai tambah.
"Subsidi BBM saja Rp 200 triliun lebih, tambah listrik Rp 280 triliun. Itu tidak ada multiplier effect apa-apa. Tapi subsidi pertanian kita masih hitung-hitungan, kenapa masih begitu," jelas Rusman.
Dia berharap ada kebijakan yang bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap sektor pertanian. Karena sektor ini merupakan salah satu indikator majunya sebuah negara.
"Perhatian kita tidak boleh luntur siapapun presidennya, siapapun Mentan nya," tutup dia.
(zul/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!