"Yang penting adalah kita harus amankan jangan sampai ini nanti dijual. Karena itu tidak dibentuk anak perusahaan di bawah BRI karena kalau dibentuk bisa saja anak usaha ini dijual. Organisasinya harus BRI, itu menjadi bagian," kata Dahlan usai acara penandatanganan kontrak antara BRI, dengan Space Systems Loral, LLC dan Arianespace, di Gedung BRI, Senin (28/4/2014).
Dahlan mengatakan capaian ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi BRI. Jika satelit sudah mengorbit 2 tahun mendatang, maka BRI menjadi bank pertama yang memiliki satelit di dunia.
Adanya satelit ini, tak hanya membantu kinerja BRI sebagai bank yang fokus pada kredit mikro di seluruh Indonesia, namun juga bisa menghemat biaya operasional BRI dari sewa satelit yang cukup mahal per tahun.
"Selama ini BRI untuk sewa jaringan komunikasi 1 tahun hampir Rp 500 miliar. Dengan beli satelit ini tinggal Rp 200-250 miliar per tahun. Jadi menghemat Rp 250 miliaran (per tahun)," katanya.
Namun untuk merealisasikan itu, BRI harus merogoh triliunan rupiah. "Investasinya Rp 2 triliun lebih. Sekitar Rp 2,5 triliun," katanya.
(hen/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!