Ini Dia Kisah Rini Sukses Bisnis Keripik Lebay dari Nol

Jakarta -Rini Sumiarsih salah satu dari sekian banyak orang yang sempat kebingungan untuk memulai usaha. Ia pernah berjualan keripik pisang, namun pasarnya sudah diambil orang lain di kampungnya Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.

Pendapatan dari suami yang berjualan bakso goreng keliling per hari hanya berkisar Rp 15.000-20.000. Hal ini lah yang membuat mantan pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ini ingin kembali terjun ke dunia bisnis, untuk menambah pendapatan keluarga.


"Lalu mikir harus bisnis apa lagi, masa sama. Ibu lihat banyak sekali talas, tapi biasanya talas itu diolahnya hanya direbus, saya mikir ini dibuat keripik bagus nggak. Terus dicoba," kata Rini di acara Media Gathering Prasetiya Mulya Business School, di Penang Bistro, Kebon Sirih Jakarta, Senin (22/4/2014).


Usahanya tak langsung berjalan mulus, Rini harus terus menerus mencoba bereksperimen membuat keripik talas yang enak. Maklum saja, ia baru pertama kali mencoba bisnis keripik talas. Produk keripik talasnya diberikan cuma-cuma untuk para tetangganya sebagai tes pasar.


Percobaan terus dilakukan hingga akhirnya Rini bersama suami, Dede memberanikan diri untuk menjual hasil karyanya. Keripik talasnya belum dimodifikasi apa-apa, rasanya pun hanya satu yaitu asin.


"Was-was pertama nggak ada label. Saya sama ibu berkeliling menjajakan keripik masing-masing 20 bungkus. Saya sisa 5, punya istri saya habis," kata Dede, sang suami Rini.


Dari situ mulai terpikir untuk mulai memasarkannya lewat warung-warung kecil di wilayah Cibeber. Rini menitipkan dagangannya di warung yang hanya berjumlah 6 gerai. Produknya ternyata cukup disambut positif masyarakat Cibeber.Next


(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!